43 Saat Pengajian di Mesjid, Tiba-tiba.....

Thursday, July 29, 2010 Kategory ,
Pada suatu hari, anak-anak berkumpul di mesjid untuk melaksanakan pengajian rutin yang selalu di laksanakan setiap harinya. Pada saat itu, anak-anak sedang menunggu guru ngajinya datang, dan tak lama kemudian guru ngaji itu pun datang.

Guru Ngaji:"Anak-anak gimana kabarnya?" sambil tersenyum
Anak-anak:"Baik Pa..."
Guru Ngaji:"Bagus kalo begitu. Waktu kemarin baru sampe mana?"
Anak-anak:"Sampe surat al-baqarah ayat 50.."
Guru Ngaji:"Nah, sekarang kita baca 20 ayat sampe ayat 70..."

Kemudian Anak-anak pun mengaji secara bersamaan. Setelah selesai, merekapun menutup alquran dan siap-siap untuk pulang. Namun, tiba-tiba anak-anak dan guru ngaji mencium bau jamban di dalam mesjid. dan setelah dicium, ternyata baunya berasal di sekitar achonk. Lalu guru ngajipun bertanya ke achonk..

Guru Ngaji:"Achonk, kamu kentut ya.?"
Achonk menggeleng-gelengkan kepalanya...
Guru Ngaji:"Kenapa bau?"
Achonk:"ee....."
Smiley
Read more

16 Tugu Pertempuran Kubang

Tuesday, July 27, 2010 Kategory


Tugu Pertempuran Kubang


Tugu Pertempuran Kubang Merupakan Bangunan yang dibangun untuk memperingati pertempuran kubang yang terjadi di Kec. Banyuresmi, Garut, Jawa Barat pada bulan september tahun 1945. Pertempuran ini dilakukan pemuda pejuang garut terhadap Jepang. Dalam pertempuran ini, ada sekitar 37 orang pejuang yang gugur dalam pertempuran. Para Pejuang yang gugur ini, sebagian di kuburkan di Taman Makam Pahlawan "Tenjolaya" dan sebagian lagi di tempat yang lain tergantung keluarga masing-masing.


Tugu/Monumen ini diresmikan oleh Bupati sebelumnya, yaitu Pak Dede Satibi pada tanggal 24 Agustus 1999. Dan Tugu ini terletak di pinggir jalan raya daerah Tanjung. yaitu jalan saat perjalan dari Bandung ke Garut.

Note: Klik foto yg paling atas atau link nya, untuk melihat foto gallery dari Tugu Pertempuran Kubang
Read more

8 Taman Makam Pahlawan "Tenjolaya"

Monday, July 26, 2010 Kategory



Taman Makam Pahlawan "Tenjolaya"


Taman Makam Pahlawan "Tenjolaya" merupakan tempat peristirahatan para pahlawan yang berasal dari Garut, Jawa Barat. Tempat ini, awalnya merupakan bekas Makam Tentara. Namun, Di Makam ini, terdapat 703 kuburan s/d tahun 2010. Dari 703 kuburan tersebut, 32 diantaranya adalah kuburan yang beragama Kristen.
Kuncen Taman Makam Pahlawan Tenjolaya
Kuncen Makam Generasi Ke-5


Menurut kuncen Makam ini, Semua yang di makamkan disini adalah para pahlawan. Namun, tidak semuanya merupakan pahlawan yang membantu indonesia dalam penjajahan dulu. Karena katanya, Kriteria untuk menjadi seorang pahlawan itu adalah gugur di medan perang, dan mendapatkan penghargaan/gelar dari pemerintah seperti bintang gerilya, suwindu, dan kejora.

Di Taman Makam Pahlawan, Selain kuburan yang ada disini. Terdapat juga monumen, lapangan untuk upacara penghormatan sebelum pemakaman, Bangunan daftar papan nama yang dikuburkan di makam ini (di belakang foto kuncen), dan juga terdapat rumah untuk menyimpan jenazah sebelum di makamkan (jadi sebelum melakukan upacara penghormatan, dan pemakaman jenazah di letakan dulu di rumah itu agar teduh atau tidak kepanasan.)


Did You Know: Di Taman Makam Pahlawan ini terdapat 2 pahlawan yang berasal dari korea dan Jepang. ke-2 Pahlawan tersebut, pada masa penjajahan dulu ikut membantu para pahlawan indonesia dalam melawan penjajahan Jepang.

Dibawah ini Merupakan Letak dari Taman Makam Tenjolaya yg mang Umarr ambil dari wikimapia






Note: klik foto yang paling atas, atau linknya untuk melihat foto gallery tentang taman makam pahlawan tenjolaya
Read more

15 Sejarah Kab.Garut

Sunday, July 25, 2010 Kategory ,
Pada Kali ini, Mang Umarr akan menjelaskan tentang sejarah Kab.Garut. Mang Umarr menjelaskan ini dengan tujuan agar para pembaca bisa mengetahui bagaimana sejarah Kab.Garut terbentuk. Selain itu, penjelasan tentang Garut ini merupakan sekmen awal dari sesi "jalan-jalan" dalam blog ini. Berikut ini Sejarah Singkat Kab.Garut yang saya kutip dari situs Garutkab.go.id.

Sejarah Kabupaten Garut berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 oleh Daendels dengan alasan produksi kopi dari daerah Limbangan menurun hingga titik paling rendah nol dan bupatinya menolak perintah menanam nila (indigo). Pada tanggal 16 Pebruari 1813, Letnan Gubernur di Indonesia yang pada waktu itu dijabat oleh Raffles, telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan yang beribu kota di Suci. Untuk sebuah Kota Kabupaten, keberadaan Suci dinilai tidak memenuhi persyaratan sebab daerah tersebut kawasannya cukup sempit.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Limbangan Adipati Adiwijaya (1813-1831) membentuk panitia untuk mencari tempat yang cocok bagi Ibu Kota Kabupaten. Pada awalnya, panitia menemukan Cimurah, sekitar 3 Km sebelah Timur Suci (Saat ini kampung tersebut dikenal dengan nama Kampung Pidayeuheun). Akan tetapi di tempat tersebut air bersih sulit diperoleh sehingga tidak tepat menjadi Ibu Kota. Selanjutnya panitia mencari lokasi ke arah Barat Suci, sekitar 5 Km dan mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan Ibu Kota. Selain tanahnya subur, tempat tersebut memiliki mata air yang mengalir ke Sungai Cimanuk serta pemandangannya indah dikelilingi gunung, seperti Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Galunggung, Gunung Talaga Bodas dan Gunung Karacak.

Saat ditemukan mata air berupa telaga kecil yang tertutup semak belukar berduri (Marantha), seorang panitia "kakarut" atau tergores tangannya sampai berdarah. Dalam rombongan panitia, turut pula seorang Eropa yang ikut membenahi atau "ngabaladah" tempat tersebut. Begitu melihat tangan salah seorang panitia tersebut berdarah, langsung bertanya : "Mengapa berdarah?" Orang yang tergores menjawab, tangannya kakarut. Orang Eropa atau Belanda tersebut menirukan kata kakarut dengan lidah yang tidak fasih sehingga sebutannya menjadi "gagarut".

Sejak saat itu, para pekerja dalam rombongan panitia menamai tanaman berduri dengan sebutan "Ki Garut" dan telaganya dinamai "Ci Garut". (Lokasi telaga ini sekarang ditempati oleh bangunan SLTPI, SLTPII, dan SLTP IV Garut). Dengan ditemukannya Ci Garut, daerah sekitar itu dikenal dengan nama Garut.. Cetusan nama Garut tersebut direstui oleh Bupati Kabupaten Limbangan Adipati Adiwijaya untuk dijadikan Ibu Kota Kabupaten Limbangan.

Pada tanggal 15 September 1813 dilakukan peletakkan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana ibukota, seperti tempat tinggal, pendopo, kantor asisten residen, mesjid, dan alun-alun. Di depan pendopo, antara alun-alun dengan pendopo terdapat "Babancong" tempat Bupati beserta pejabat pemerintahan lainnya menyampaikan pidato di depan publik. Setelah tempat-tempat tadi selesai dibangun, Ibu Kota Kabupaten Limbangan pindah dari Suci ke Garut sekitar Tahun 1821. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal No: 60 tertanggal 7 Mei 1913, nama Kabupaten Limbangan diganti menjadi Kabupaten Garut dan beribu kota Garut pada tanggal 1 Juli 1913. Pada waktu itu, Bupati yang sedang menjabat adalah RAA Wiratanudatar (1871-1915). Kota Garut pada saat itu meliputi tiga desa, yakni Desa Kota Kulon, Desa Kota Wetan, dan Desa Margawati. Kabupaten Garut meliputi Distrik-distrik Garut, Bayongbong, Cibatu, Tarogong, Leles, Balubur Limbangan, Cikajang, Bungbulang dan Pameungpeuk.

Pada tahun 1915, RAA Wiratanudatar digantikan oleh keponakannya Adipati Suria Karta Legawa (1915-1929). Pada masa pemerintahannya tepatnya tanggal 14 Agustus 1925, berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal, Kabupaten Garut disahkan menjadi daerah pemerintahan yang berdiri sendiri (otonom). Wewenang yang bersifat otonom berhak dijalankan Kabupaten Garut dalam beberapa hal, yakni berhubungan dengan masalah pemeliharaan jalan-jalan, jembatan-jembatan, kebersihan, dan poliklinik. Selama periode 1930-1942, Bupati yang menjabat di Kabupaten Garut adalah Adipati Moh. Musa Suria Kartalegawa. Ia diangkat menjadi Bupati Kabupaten Garut pada tahun 1929 menggantikan ayahnya Adipati Suria Karta Legawa (1915-1929).
Read more

21 Video Lucu Saat Perpisahan

Saturday, July 24, 2010 Kategory

Kali ini, Mang umarr mau memperlihatkan kepada para pembaca blog ini video pada saat perpisahan di SMA Mang Umarr. Video ini bukan video perpisahan biasa, pokoknya gokil deh, soalnya ada orang saraf yang kurang kerjaan di dalamnya :D (kalo kata Mang Umarr mah eta teh "Jalma yang kagak ada gadag" :D) dan video ini juga sering bikin Mang Umarr ketawa sendiri kalo ngeliatnya... Daripada Penasaran sekarang kita liat aja videonya di bawah ini...

video
Read more
 
Mang Umarr Blog © 2010 | Blogger Template by ColorizeTemplates | Edited by Mang Umarr